Jakarta – Mengusung tema ‘Physical AI for All’ pada gelaran GIIAS 2026, XPENG menghadirkan ekosistem mobilitas berbasis kecerdasan buatan melalui lini kendaraan listrik. Bahkan, merayakannya satu tahun di Indonesia, XPENG memperkenalkan teknologi terbarunya di kendaraan EV.
Leo Jia, selaku Country Manager of XPENG Indonesia mengatakan, antusiasme serta respons positif dari konsumen, media, dan mitra lokal selama satu tahun terakhir menjadi keyakinan perusahaan terhadap pasar EV berbasis AI di Indonesia. Kepercayadirian itulah yang membuat XPENG merakit koleksi New X9 di Indonesia.
“Bulan lalu, kami berhasil meluncurkan manufaktur lokal untuk X9 baru kami, yang merupakan kendaraan ketiga yang kami produksi secara lokal di sini. Kami akan terus menghadirkan lebih banyak produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia,” tutur Leo Jia, Rabu (29/7/2026).
X9 merupakan MPV unggulan dari XPENG, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di pasar global. Mobil ini memadukan kenyamanan mewah, ruang yang fleksibel, teknologi cerdas, dan keamanan bintang lima.
Fitur-fiturnya mencakup inovasi paling canggih dari XPENG, termasuk kemudi roda belakang atau rear-wheel steering. Lalu, pengisian daya super cepat 5C, fungsi kemudi cerdas tingkat lanjut, serta perlindungan keselamatan yang menyeluruh.
“Mobil ini mewakili teknologi mobilitas cerdas terbaik dari XPENG saat ini,” ujar Leo.
Ada Produk Baru Lagi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310251/original/094116400_1785311854-20260729_125021.jpg)
XPENG juga terus meningkatkan efisiensi pasokan suku cadang, dari 93% saat ini menjadi 98% pada tahun 2028, dengan pengiriman ke pusat layanan dalam waktu 24 jam setelah permintaan.
Ada satu lagi yang spesial dari XPENG yang bakal meluncurkan produk terbaru dan pertamanya di Asia Tenggara, namun baru akan diluncurkan saat GIIAS 2026 resmi dibuka untuk umum pada Kamis 30 Juli 2026.
“Sebenarnya kami memiliki satu model yang sangat spesial lagi untuk ditampilkan di GIIAS, yang juga menjadi penampilan perdana di Asia Tenggara. Namun, demi menjaga sedikit misteri, kami menyimpan kejutan ini untuk besok saat mulai dipamerkan di hari kunjungan umum,” ujarnya.

